Showing posts with label tawbah. Show all posts
Showing posts with label tawbah. Show all posts

Wednesday, February 5, 2014

Can We Feel the Pain?

Bismillah.

Whenever we think about all the sins that we've done, do our hearts ache? Do we feel a totally remorseful feeling when we recall our mistakes we've committed one time ago?

Hopefully we do. And it will be better if the pain we got leads us to crying and wailing to Allah, pleading Him to forgive each and every sin that has been written in our books. We might forget certain sins that we've done, due to the countless amount of them, but truthfully, Allah never forgets. He remembers every wrong deed of us, no matter how long we've been drifted away from all black days of us.

Among the conditions of the tawbah to be accepted is; for us to feel regret. And one way to prove that we really do feel regret about our sins is by having the pain residing in heart. Wallahi it's not easy to have such feeling. It's hard for us to honestly feel contrite about our past sins. It's hard, but not impossible. The fact that you feel like repenting is already a sign that Allah wants to forgive you.

We really need to remind ourselves to have a correct understanding on how to repent. Don't ask whether Allah will accept our repentance, rather, ask ourselves whether we've repented correctly.

He is waiting for us to return to Him. He is very happy when we want to return to the right path. May we all will gather under His mercy one day. InshaAllah.

Wallahua'lam.

Thursday, January 23, 2014

Mend your Heart

Bismillah.

If you have pains in the heart
Or bruises from the past
Submit yourself to Allah
Plead to Him
Because only Allah can heal you

And because He is the only One
who can mend your heart.

Feel Him. He is there.
He is nearer than your own jugular vein.
Seek Him. You will find Him.

"Allah always 'speaks' to us. But the problem is, whether we are listening or not."

Tuesday, January 7, 2014

Maafkan Dirimu

Bismillah.

Kadang-kadang kita rasa terlalu susah untuk bergerak seiring masa. Dan terlalu sukar rasanya untuk mata dan hati ini hanya fokus menuju masa depan. Semuanya gara-gara:

1. Masih ada perasaan lama, yang tak pergi bersama masa yang berlalu

2. Masih ada kisah lalu yang tergantung, yang membuatkan minda seringkali mencipta drama babak pengakhirannya.

3. Masih ada luka lama yang bersarang, yang belum menjadi parut apatah lagi untuk hilang dalam diam.

4. Masih ada kesilapan manusia lain terhadap kita, yang kita rasakan tidak pantas untuk memaafkan mereka.

5. Masih ada dosa lalu yang belum terampun. Yang masih tersimpan di dalam hati.

6. Masih ada keinginan untuk mengejar masa lalu, yang padanya ada sesuatu yg kita rasa mampu bahagiakan kita.

7. Masih ada kisah lalu tentang diri kita, yang masih belum kita mampu terima dengan rela hati. Lantas selamanya ia menghantui kita.

Lalu apa yang kita harus lakukan untuk benar2 ikhlas melepaskan masa lalu dan melangkah kaki menuju masa hadapan dengan senang hati? Syaitan sememangnya tidak putus2 membisikkan pada kita akan hal2 yg seringkali membuat hati kita keluh kesah. Antara hal yg masih lagi berlegar2 dalam kotak fikiran adalah dosa masa lalu yg sering menghantui.

Kita selalu menjadi tertanya2 mengapa kisah lama itu belum benar2 pergi dan mengapa suatu masa dahulu diri kita terlalu bodoh kerana melakukan perkara yg tidak sepantasnya kita lakukan. MAAFKANLAH DIRI SENDIRI. TERIMALAH BAHAWA DIRI KITA PENUH KEKURANGAN, DAN CUBALAH CARI DIRI YG LEBIH BAIK DAN USAH BERHENTI BERHARAP AGAR ALLAH MENGAMPUNI KITA DAN MEMBERI YG TERBAIK UNTUK KITA.

Semua kita adalah pendosa. Namun taubatlah yg akan membezakan kita.

MashaAllah, ada pengajaran yg besar dari konsep taubat yg Islam ajarkan. Taubat mengajar kita bahawa
 
- Selama kita masih bernyawa, kita sentiasa ada satu pintu yg takkan sekali2 tertutup buat kita.

- semua manusia tidak sempurna, dan bisa sahaja jatuh tersungkur. Namun kita mampu menjadi lebih baik jika adanya cetusan dan keinginan utk berubah.

-kisah lalu seharusnya dibiarkan dalam masa lalu dan teruslah mengejar yg di hadapan kita. Tanamkan azam utk berubah menjadi lebih baik dan biarkan kisah lalu menjadi pengajaran, bukan harapan.

-Kita sentiasa ada Allah yg mahu menerima kita saat manusia seluruhnya menolak kita.

Subhanallah. Allah selalu menanti kita untuk kembali kepadaNya. Allah tidak menilai kita dengan masa lalu kita.

Selain bertaubat, jangan lupa utk Maafkan diri sendiri. Usah terusan mencaci diri yg dahulu sekiranya kita sudah bertekad untuk melangkah ke hadapan. Kita punya Dia, yg menerima kita tak kira seburuk apapun kisah lalu yg pernah kita corakkan.

Teruslah memandang ke hadapan. Kejar cintaNya. Kejar bahagia di sana.

No matter how deep the pain is, no matter how broken our heart is, Allah can mend it. Allah can heal us as if the wound was never there before.

Wallahua'lam.