Showing posts with label hereafter. Show all posts
Showing posts with label hereafter. Show all posts

Friday, November 28, 2014

Syurga dalam hati

Sembang petang di group whatsapp hari ini sangat ringkas tapi sangat menusuk dan turut meruntun sanubari. Semuanya bermula bila salah seorang dari kami bertanya apa maksud "rindukan Allah"? Ada yang kata maksudnya:

"Rindu utk beribadah"

"Rindukan saat antara kita dengan Allah sahaja"

Namun yg paling menyentap hati bila ada yg kata "rindukan Allah bermaksud rindu utk kembali kepada Allah". Allahuakbar...

Kadangkala seolah2 terlupa kita ini datang dari Dia dan pasti kembali kepada Dia. Siapakah di antara kita yg ada terdetik perasaan tak sabar utk bertemu Tuhannya??

Dan yg paling menusuk, tatkala seorang sahabat menukilkan maksud kata2 Ibnu Taimiyyah: "Dalam dunia ini ada 'syurga', dan ia hanya boleh dirasa oleh lubuk hati yg paling dalam.."

Iaitu hati yg basah dengan kerinduan pada Tuhannya, yang sarat dengan keinginan utk bersama Tuhannya... dan sesiapa yg tidak mampu merasa 'syurga dunia' itu, tidak akan merasa syurga di sana nanti.

Allah.. ampunkan kami seandainya kami menzalimi hati kami dengan membawanya jauh dari-Mu.

Wednesday, March 19, 2014

We Are Prisoners

Bismillah.

Reclaim Your Heart. Again. I want to share about Yasmin's writing regarding the hadith:

This world is a prison for the believer
and a paradise for the disbeliever.
-Sahih Muslim.

For years I have been understanding the hadith with this meaning: Muslims in this life were trapped or surrounded with the rulings of Islam, where we are bound to follow the dos and the don'ts and not to exceed the limit given by Allah 'azza wa jalla. And we can only truly enjoy ourselves in the Paradise later.

Yes it's not wrong to interpret it that way, but sis Yasmin gave us a totally different and much more beautiful explanation about that particular saying of our beloved Prophet sollallahu 'alaihi wasallam. Muslims are imprisoned here because we are actually don't belong here, and our souls are yearning to go back to a better world to reside there. Muslims know that this world is a temporary place and they don't seek to live happily ever after here since they believe they are heading to another life which the souls have been wanting for so long.

And what will happen to those that think that this life is paradise? Undoubtedly they won't have the idea of struggling in the world to attain a better life after death. They would be very satisfied enough with this world and surely their hearts aren't longing to be in another life. And what happen when they feel this worldly life is already a heaven? They will become very impatient when this life is not perfect. They are quickly angered and devastated because for them, this life is supposed to be a paradise, a perfect place to settle down. Their souls never realize that there's indeed a much greater life. For every sweat and blood they've sacrificed for, they are merely for the intention of having a better life here. And that's the reason why they are really afraid of death. Nobody wants to be separated from the paradise that they've found.

Whereby Muslims, the prisoners, it's different. Their hearts will always wish to be somewhere better, not because they feel that this life is miserable, but because they yearn to be somewhere more wonderful. And no matter how pleasing this life is for them, they will never stop hoping for the Perfect life that awaits them. Or maybe we can simply say that this life is the barrier that keeps the souls from returning to their God and Home.

We are waiting.
Waiting for our 'sentence' to end
Waiting to be released
Waiting for the call
to finally live in the real paradise of ours.
Allah please grant us the highest place in Jannah.
Amin ya Rabb...


Saturday, March 15, 2014

Miles To Go



This is deep. I tried to understand this poem from the perspective as a Muslim that believes in the Herefter. Well, obviously our final abode: the Jannah is beyond lovely, but before going 'home' and resting there forever, we still have this one promise to be kept. To struggle in this life, to submit ourselves to Him, to enjoin goodness, and to find as much rewards as possible. 

Jannah, may we all meet there one day. Insha Allah. ♡

Wednesday, March 12, 2014

Short Note from a Short Talk

Bismillah.

Just wanna share a few points from yesterday's short kuliah by Ustaz Ibrahim Nuhu.

1) Zuhud/wara' means: staying away from anything that won't bring us closer to Allah/ anything that can harm our akhirah.

2) There's this one important saying: "Don't you ever write (or say) anything that you yourself won't be please to see it when Allah shows it to you on the Judgment Day."

3) Rules (hukm) regarding women are made to protect women.

4) Allah is the one granted us with beauty, and He can take it back anytime He wants.

5) What if you died straight away after you've sinned?

6) Never get involve in things that don't concern us.

7) It's very dangerous if we live in a sinful place, surrounded by sinners but we never care to remind/stop them from committing those evil deeds.


Surely there are lots more points that Ustaz gave, but they need to be explained in a long paragraphs. Plus the above points were the ones written in my note book. :)

Wallahua'lam.


I didn't draw the moon and the sun while listening to the kuliah. I drew it long before I attended it. For sure these drawing were requested by my baby. I just have no clean page to jot down the points from the talk. Why? Coz I brought the wrong notebook. 

Wednesday, January 29, 2014

Moga Terhapus.

Bismillah.

Sewaktu di dunia mungkin kita tak mampu rasakan betapa pentingnya kewujudan 'penghapus2 dosa' dalam hidup kita.

Tapi bila di akhirat nanti, kita akan sedar pentingnya semua itu. Terutama bila kita harapkan mizan (timbangan) itu berat dengan pahala dan bukan sebaliknya.

Jadi, andai saat ini kita didatangi penghapus dosa seperti kesakitan, kesedihan, kerisauan dan juraian air mata, jangan mengeluh, jangan terus terusan menyalahkan diri. Bersyukurlah Allah masih beri peluang kepada kita untuk mengurangkan kuantiti dosa yang entah berapa banyak itu.

“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa letih, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (kerana sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.' (Bukhari & Muslim)

Wallahua'lam.

Saturday, November 2, 2013

Temukan Kami di Sana.

Bismillah.

Waktu2 begini, buat jiwa makin teringat pada masa lalu. Teringat pada ikatan-ikatan persahabatan yg satu masa dulu menjadi perkara terpenting dalam hari2 yg dilalui.

Makin menginjak dewasa, makin masing2 jauh mengikuti jalan hidup yang berbeza, terasa sangat jauh ketinggalan sesuatu yg bernama persahabatan. Memang semua kita ada perasaan merindukan kehadiran teman2 lama, tapi alangkah lemahnya kita sebagai manusia untuk mengulangi kembali memori semalam. Dan lemah sungguh kita untuk cuba merapatkan hubungan setelah jasad berjauhan.

Ironi sungguh rasanya, zaman ini semakin banyak alat telekomunikasi, tetapi manusia makin kurang berkomunikasi. Kita punya segala cara untuk berhubung dengan teman, tapi kita terlalu banyak alasan untuk tidak melakukan sedemikian. Memang tak dapat dinafikan, persahabatan yg sering bertentang mata bertemu mesra sungguh tidak sama dengan persahabatan yg sekadar wujud dalam ingatan, atau bertemu tinta dan kata akan tetapi cuma sekali sekala dalam tempoh berbulan2.

Saya tidak salahkan teman2 yg jarang menghubungi saya. Kerana saya juga tidak sering bertanya khabar berita kepada mereka. Sukar untuk diungkapkan, tapi benar, terlalu banyak perkara yg telah berubah. Dan untuk menjadikan persahabatan dahulu kembali dalam waktu sekarang, agak mustahil rasanya apalagi bila komitmen masing-masing mula berubah daripada suatu masa dahulu.

Jika ditanyakan saya, zaman persahabatan yang paling dekat dengan jiwa saya adalah zaman belajar di universiti. Kerana ketika itulah jiwa-jiwa remaja yang sedang belajar tentang kehidupan sering beriringan, sama-sama membesar melihat ragam yang berbeza benar dengan alam persekolahan. Zaman universiti juga lah kita belajar untuk sama-sama serius dalam mengejar impian, jatuh bangun sama-sama saling memberi harapan dan semangat. Ya Allah, sungguh bahagia rasanya ketika hidup ini dikelilingi teman yang kita sayang.

Kini, bila masing-masing melangkah meninggalkan universiti, sekelip mata segalanya berubah. Sekelip mata teman-teman hilang dari pandangan. Mungkin ada warkah elektronik buat pengganti diri tapi nostalgia itu tetap tinggal nostalgia.

Andai difikirkan semula, betapa singkatnya masa yg Allah beri pada kita untuk bersama teman-teman yg dikasihi keranaNya. Betapa pantas masa bergerak dan merampas kegembiraan serta kesedihan yg pernah dilalui bersama sahabat. Namun sebenarnya, setiap manusia yg Allah hadirkan dalam hidup kita, semuanya mengajar kita tentang sesuatu. Tentang kesabaran, kejujuran, kesedihan, dan terlalu banyak lagi untuk disenaraikan.

Tapi jangan risau, InshaAllah satu masa nanti, Allah akan satukan kita kembali dengan manusia-manusia bernama sahabat yg pernah kita sayangi. Di mana? Pastinya dalam syurgaNya yg jauh lebih bahagia dan tiada langsung kesedihan. Dan yang paling penting, di sana tiada lagi perpisahan. Allah, tak sabarnya hati mahu menuju ke sana, berbahagia dengan jiwa-jiwa yg tenang, yg mencintai Tuhannya, dan yang menyayangi kita kerana Sang Pencipta.

Ya Allah berikanlah kami hidayahMu. Berikan kami kekuatan untuk terus berjalan di atas petunjukMu. Ya Allah temukanlah kami suatu hari nanti di sana kelak. Sungguh kami ingin berbahagia di bawah naunganMu, di dalam FirdausiMu. Ya Allah bantulah kami untuk terus mencintai kebaikan dan meninggalkan segala apa yg Engkau benci.

Ya Rabb...