Tuesday, January 7, 2014
I Write For Myself
I love writing.
I love sharing the info I know (not necessarily what I practice).
I love expressing thoughts thru writing.
I love learning to write by writing and make mistakes.
I don't write because I feel I am flawless.
I don't write to show off the current life of me.
I don't write to tell the world about everything I have done.
I don't write because I want people to know my problems.
I write because I want to have something that one day will remind me of who I once was.
I write because I want to read my own writings and cry after realizing that I don't apply what I write.
I write because I want my daughter to know me, read about me, and touch my thoughts after she grows up and understand more about life.
I write because I feel the urge to do so.
Maafkan Dirimu
Saturday, November 2, 2013
Temukan Kami di Sana.
Bismillah.
Waktu2 begini, buat jiwa makin teringat pada masa lalu. Teringat pada ikatan-ikatan persahabatan yg satu masa dulu menjadi perkara terpenting dalam hari2 yg dilalui.
Makin menginjak dewasa, makin masing2 jauh mengikuti jalan hidup yang berbeza, terasa sangat jauh ketinggalan sesuatu yg bernama persahabatan. Memang semua kita ada perasaan merindukan kehadiran teman2 lama, tapi alangkah lemahnya kita sebagai manusia untuk mengulangi kembali memori semalam. Dan lemah sungguh kita untuk cuba merapatkan hubungan setelah jasad berjauhan.
Ironi sungguh rasanya, zaman ini semakin banyak alat telekomunikasi, tetapi manusia makin kurang berkomunikasi. Kita punya segala cara untuk berhubung dengan teman, tapi kita terlalu banyak alasan untuk tidak melakukan sedemikian. Memang tak dapat dinafikan, persahabatan yg sering bertentang mata bertemu mesra sungguh tidak sama dengan persahabatan yg sekadar wujud dalam ingatan, atau bertemu tinta dan kata akan tetapi cuma sekali sekala dalam tempoh berbulan2.
Saya tidak salahkan teman2 yg jarang menghubungi saya. Kerana saya juga tidak sering bertanya khabar berita kepada mereka. Sukar untuk diungkapkan, tapi benar, terlalu banyak perkara yg telah berubah. Dan untuk menjadikan persahabatan dahulu kembali dalam waktu sekarang, agak mustahil rasanya apalagi bila komitmen masing-masing mula berubah daripada suatu masa dahulu.
Jika ditanyakan saya, zaman persahabatan yang paling dekat dengan jiwa saya adalah zaman belajar di universiti. Kerana ketika itulah jiwa-jiwa remaja yang sedang belajar tentang kehidupan sering beriringan, sama-sama membesar melihat ragam yang berbeza benar dengan alam persekolahan. Zaman universiti juga lah kita belajar untuk sama-sama serius dalam mengejar impian, jatuh bangun sama-sama saling memberi harapan dan semangat. Ya Allah, sungguh bahagia rasanya ketika hidup ini dikelilingi teman yang kita sayang.
Kini, bila masing-masing melangkah meninggalkan universiti, sekelip mata segalanya berubah. Sekelip mata teman-teman hilang dari pandangan. Mungkin ada warkah elektronik buat pengganti diri tapi nostalgia itu tetap tinggal nostalgia.
Andai difikirkan semula, betapa singkatnya masa yg Allah beri pada kita untuk bersama teman-teman yg dikasihi keranaNya. Betapa pantas masa bergerak dan merampas kegembiraan serta kesedihan yg pernah dilalui bersama sahabat. Namun sebenarnya, setiap manusia yg Allah hadirkan dalam hidup kita, semuanya mengajar kita tentang sesuatu. Tentang kesabaran, kejujuran, kesedihan, dan terlalu banyak lagi untuk disenaraikan.
Tapi jangan risau, InshaAllah satu masa nanti, Allah akan satukan kita kembali dengan manusia-manusia bernama sahabat yg pernah kita sayangi. Di mana? Pastinya dalam syurgaNya yg jauh lebih bahagia dan tiada langsung kesedihan. Dan yang paling penting, di sana tiada lagi perpisahan. Allah, tak sabarnya hati mahu menuju ke sana, berbahagia dengan jiwa-jiwa yg tenang, yg mencintai Tuhannya, dan yang menyayangi kita kerana Sang Pencipta.
Ya Allah berikanlah kami hidayahMu. Berikan kami kekuatan untuk terus berjalan di atas petunjukMu. Ya Allah temukanlah kami suatu hari nanti di sana kelak. Sungguh kami ingin berbahagia di bawah naunganMu, di dalam FirdausiMu. Ya Allah bantulah kami untuk terus mencintai kebaikan dan meninggalkan segala apa yg Engkau benci.
Ya Rabb...
Thursday, September 19, 2013
E-reader & Stairs
An opinion about e-reader, kindle, e-book and whatnot. Well, it isn't my opinion, but truly this person is speaking on my behalf. ;)
Wednesday, September 11, 2013
Blogging via Touches
Bismillah.
So my previous post is the first post via mobile. When I check the date of the last time I posted an entry, I was a bit shocked to realize that it has been 5 months since I scribbled something here.
I guess the reason is because my laptop is sick. Till today. I just happen to feel that posting or typing an entry to blog using phone (unfortunately: it's touch screen and I kinda hate it) is really a turn off. It grabs away my mood of updating anything here.
I am so sorry if the silence of this blog is just too long and seems almost for years. I am trying to force myself to like the new mode of blogspot that I have now. No choice, since the laptop might have to endure its sickness for a long period of time.
Hoping that I will have more motivation and desire to share posts here. InshaAllah. ♥
What's Sad About It
“You know what’s sad about reading books? It’s that you fall in love with the characters. They grow on you. And as you read, you start to feel what they feel - all of them - you become them. And when you’re done, you’re never the same. Sure you’re still you, you look the same, talk in the same manner, but something in you has changed. Something in the way you think, the way you choose, sometimes, even the things you say may differ. But it all comes down to the state you go to after a nice novel. The after-feeling. It’s amazing, but somehow, you feel left alone by that world you were once in. It’s overwhelming. But it makes you sad. Cause for once you were this, this otherworldly being in… Neverwhere, and then you suddenly have to say goodbye after a few weeks from when you read the last page. When you’ve recovered from that state. It’s just… quite sad” -atomos
Picture credit to: abouthappybooks.tumblr.com